url submit DPD LDII Kab Bekasi

Kamis, 14 Agustus 2014

LDII KAB. BEKASI GELAR SANTUNAN 250 ANAK YATIM PIATU

Bulan Romadhon adalah bulan suci yang penuh dengan rohmat & maghfiroh, berkah bagi setap muslim yg mengharapkan kedatangannya. Dalam rangka meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadhan 1435 H/2014 M ini, Yayasan Baitul Atiq bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kab. Bekasi mengadakan kegiatan sosial keagamaan berupa taushiyah agama, santunan 250 anak yatim piatu dan buka puasa bersama di desa Karang Rahayu, Kec. Karang Bahagia, Kab. Bekasi. Acara ini diadakan utk meningkatkan rasa kepedulian kepada anak yatim piatu dan menciptakan ukhuwah islamiyah. Acara yang dihadiri kurang lebih 500 peserta ini dibuka oleh camat kecamatan Karang Bahagia Majudu, S.P. dan wakil bupati kab. Bekasi H. Rohim Mintareja, S.Sos. M.Si. sedangkan  yang memberikan taushiyah agama adalah ketua MUI kab. Bekasi KH. M. Atho’ilah Mursyid, S.E., M.Si. Peserta yang hadir terdiri dari :
1.       Wakil bupati kab. Bekasi, H. Rohim Mintareja, S.Sos. M.Si.
2.       Ketua MUI kab. Bekasi, KH. M. Atho’ilah Mursyid, S.E., M.Si.
3.       Kementrian Agama Kab. Bekasi M. Hilman Hakim, S.Ag., M.M.
4.       ketua MUI kec. Karang Bahagia Drs. H. Adang Maryadi
5.       Anggota DPRD kab. Bekasi H. Abay Subarna
6.       Camat Karang Bahagia, Majudu, S.P.
7.       Anak Yatim Piatu 250 anak
8.       Serta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainya serta warga sekitar Yayasan.
Dalam Taushiyah tersebut, intinya adalah agar kita semua bisa lebih peduli terhadap kaum dhuafa, anak yatim piatu dan selalu meningkatkan ukhuwah islamiyah sehingga terciptanya kerukunan antar umat beragama. Dan dalam implementasi taushiyah tersebut dalam acara ini diberikan santuan dan bingkisan kepada 250 anak yatim sebagai wujud rasa bersyukur kita dan wujud kepedulian terhadap anak yatim piatu.






 

Selasa, 07 Januari 2014

FESTIVAL ANAK SHOLIH 1300 SANTRI



Festival Anak Sholeh (FAS) merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi yang merupakan wujud pembinaan dan pendidikan generasi penerus bangsa sejak usia dini hingga remaja karena generasi penerus inilah yg merupakan pemegang tongkat estafet perjuangan Agama Islam, perjuangan bangsa & NKRI. Seiring dgn apa yg telah dicanangkan oleh menteri Pendidikan & kebudayaan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, saat ini adalah tahun menanam generasi emas bangsa, menyambut 100 thn indonesia merdeka.

Dalam hal ini, DPD LDII Kab. Bekasi bekerjasama dengan yayasan Baitul Atiq menghelat acara besar Festival Anak Sholih (FAS) yang diikuti oleh kurang lebih 1300 santri dengan 13 jenis perlombaan, diantaranya Festival Da'i Cilik, Festifal Adzan,  Festival Cerdas Cermat Islami, Festival Kaligrafi, Festival Sholat Berjamaah, Festival Hafalan Surat Al-qur'an dll, dan ada juga Festival Keluarga Sakinah yang di ikuti oleh beberapa tim keluarga. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat pemerintah diantaranya :
  1. H. Abdilah Majid, S.H., M.M. Kabag Adm. Kesra Delegasi dari Bupati Kab. Bekasi
  2. M. Hilman Hakim, S.Ag, M.M. Kasi PAIS Kemenag Delegasi dari Kemenag Kab. Bekasi
  3. Margandi, Kades Karang Rahayu
  4. Nurdin, S.Ap, Sekdes Karang Rahayu dan
  5. Rohmat, Ketua RT 002/01 desa Karang Rahayu, dll
FAS DPD LDII Kab. Bekasi yang diselenggarakan pada hari minggu, 22 desember 2013 ini diawali dengan sambutan Kepala Desa Karang Rahayu Bp. Margandi, dilanjutkan sambutan dari Kemenag kab. Bekasi oleh Bp. M. Hilman Hakim, S.Ag, M.M. dan pembukaan ceremony oleh H. Abdilah Majid, S.H., M.M. yang secara simbolis dibuka dengan pemukulan gong. Alhamdulillah dalam sambutan-sambutan tersebut masing-masing sangat mendukung kegiatan FAS ini utk periode-periode berikutnya dan mereka menyatakan senang dan bangga dengan pembinaan LDII terhadap generasi penerusnya yang mendidik untuk memiliki potensi religi, kesadaran untuk berkompetensi dalam berdakwah, kemampuan untuk berkompetitif dan bersaing sehat (Fastabiqul Khoirot).


Photo bersama Pejabat & Santri

Tamu VIP
Panitia FAS




Rabu, 11 September 2013

WORKSHOP PSIKOLOGI GURU MENGAJI




Generasi emas Indonesia, merupakan generasi anak bangsa yang dipersiapkan untuk menyambut 100 tahun Indonesia merdeka yang telah dicanangkan oleh menteri Pendidikan & Kebudayaan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA dengan menyusun grand design pendidikan anak usia dini. Diantaranya digencarkan gerakan PAUD-isasi, peningkatan kualitas PAUD, serta pendidikan dasar berkualitas dan merata. Dalam hal ini, benang merah yang sangat erat adalah pembinaan psikologi untuk tenaga pendidik / guru pengajar didalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Menyambut dengan antusias program tersebut, DPD LDII kab. Bekasi mengadakan pelatihan / workshop psikologi untuk para ustadz-ustadzah guru pengajian untuk meningkatkan kualitas dalam mengajar. Workshop tersebut mengambil tema “MENINGKATKAN KUALITAS GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN“

Dra. Nana Maznah Prasetyo, M.Si
Workshop sehari yang diselenggarakan pada hari minggu, 1 september 2013 di gedung resto Samikuring Cikarang Bekasi tersebut dihadiri oleh 150 peserta ustadz & ustadzah yang mengelola pembinaan anak usia dini hingga remaja di tempat TPA-TPA maupun majelis ta’lim binaan DPD LDII se-kabupaten Bekasi.

Siti Nurannisaa PB, M.Pd
 Dalam gelaran acara tersebut, dihadiri pengurus DPP LDII sekaligus sebagai keynote speaker yang memberikan pelatihan psikologi untuk para ustadz-ustadzah yang hadir saat itu. Selaku keynote speaker adalah Ibu Dra. Nana Maznah Prasetyo, M.Si, Siti Nurannisaa PB, M.Pd & Resita Kuntjoroyakti, M.Sn. Dengan tayangan video “the value of a teacher” para peserta Workshop diajak untuk brainstorming Paradigma Guru tentang mulianya profesi sebagai ustadz-ustadzah yang notabene mendidik anak usia dini hingga remaja dalam hal pendidikan religi khususnya dan pendidikan akhlak beserta adab Islam umumnya. Selain itu, juga dipertunjukkan sebuah tayangan video “Teacher Make a Difference” bahwa seorang guru juga merupakan pembangkit serta pembentuk karakteristik dari seorang manusia. Dalam hal kompetensi guru, para pendidik dituntut untuk memahami Kompetensi Pedagogi (membimbing anak), Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional & Kompetensi Sosial.


Resita Kuntjoroyakti, M.Sn.
Di penghujung acara dibacakan syair yang mengajak peserta untuk merenungkan diri agar mengatur mind set seorang pendidik yang mengorbankan sepenuh jiwa & raga demi keberhasilan pendidikan mulai anak usia dini hingga remaja, mewujudkan generasi penerus yang profesional religius sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan Agama & Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peserta Ibu-ibu
Peserta Bapak-bapak

G8B2EXUY2XM6